10 juni 2021 Sepertinya baru kemarin aku merasa tenang dan tidak kecewa. Baru kemarin aku berjalan di trotoar HR Bunyamin di waktu magrib bersama hujan rintik. baru kemarin ketika kita berjalan di depan gedung jurusan tetangga dan kau mengatakan entah bagaimana perasaanmu jika aku bersama yang lain. Iya, semuanya baru kemarin ketika mushola kampus menjadi tempat kita curi-curi pandang antara teras mushola dan tempat wudhu laki-laki yang memang hanya bersebelahan. Ketika aku dan kamu sama - sama menunggu untuk keluar Bersamaan berharap tatap itu bertemu di jalan yang dikenal sebagai Jalan Perjuangan. Ketika deretan kursi panjang di belakang bangunan magister menjadi tempat bercerita serta halaman perpus jadi tempat kita menghabiskan hari semasa kuliah. Aku ingat juga, UTS waktu itu. Kursi kita yang bersebelahan menjadi perhatian teman sekelas. Kemudian kamu bernyanyi, menepati janjimu semalam. Bernyanyi pelan, hanya untuk aku. Dan cerita tentang...
Setiap perjalanan meninggalkan pesan tersirat. Pertemuan ku dengan orang baru dan berbagai macam cerita mereka ingin ku bagikan. Siapa tau pesan perjalananku jadi acuan perjalanan mu?