Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Hedonis 1

Setelah berbulan bulan aku ngga memantau hiruk pikuk per - blog – an akhirnya aku putuskan untuk membuka blog yang sudah penuh debu ini. Yoi gaes! Bukan tanpa sebab aku ingin menulis lagi. Setelah beberapa bulan terkungkung keadaan dan tak ku temukannya hasrat menulis dalam hari – hariku kini dia muncul karena sebuah kisah.             Well litterely aku ngga mau ngomongin pengalaman ini secara mendalam sih. Tapi aku mau ngomongin value yang aku dapet dari ketemu seorang bapak di pinggir jalan. Sederhana kan?             Post sebelumnya aku pernah ngomong sedikit tentang pekerjaan kan ya? Tentang bagaimana sih realitas hidup tentang pekerjaan. Dan sekarang aku malah menemukan realitas lain. Hasil dari olah pikir manusia.             Selama hidup kamu, siapapun kamu, berapapun gajimu, atau gaji orangtuamu. Pernah berf...

Hijrah sejauh apa?

Dulu, aku bingung dengan hakikat memakai jilbab. Ya karena dari kecil lingkungan sama sekali tidak menekankan pemakaian jilbab. Aku sekolah di salah satu TK islam di Karawang. Memang kalo sekolah semua murid pake jilbab, tapi pas sekolah ngga ada tuh wali yg pake jilbab lagi kecuali guru disana. Dirumah pun gak ada yg pake jilbab termasuk isteri pak haji yang rumahnya persis di belakang rumahku.  Waktu Aku Sd juga belum gencar gencarnya siswa disuruh pake jilbab. Semua rambut kepala anak perempuan keliatan dah. Pelajaran Agama aku dapet di sekolah yang emang guru agama nya itu deket banget sama muridnya, disitu aku mulai nyaman dengan 'keislaman' aku walaupun belum ngarti sama sekali dah. Haha. Make hijab full itu waktu mulai SMP, bukan hanya karna di wajibkan tapi karna aku yang udh mulai puber. Gak pede gitu kalo keluar rumah gak nutupin kepala. Yap, kulit aku yg gelap dan rambut yang keriting bikin aku ngerasa gak cantik. (wth) Terus nih pas sma aku ikut rohis liat mbak ...

Berteman dengan husnudzon

Aku ngga pernah berfikir tentang dzolim. Sampai akhirnya dihianati. Mereka bilang aku bohong, dzolim, galak, dan lain nya. Tapi, aku sadar cuma manusia. Bertahun kenal bukan berarti sepemikiran, bertahun kenal bukan berarti satu langkah tanpa gejolak. Tapi, bertahun harus nya saling paham. Bukan memojokan. Kenapa sih ngga bilang dari awal? Atau setidaknya di nasihati sambil jalan... Apa sudah jadi budaya, untuk menyimpan rasa lalu diluapkan semena mena? Hehe. Aku bersyukur, alhamdulillah... Segala puji bagi Tuhan Maha Kokoh Kalau aku masih yang dulu, mungkin bukan hanya bungkaman yang aku lepaskan. Tapi juga kata kasar, nada tinggi, dan mempermalukan mereka dari setiap kata yang mereka ucap terhadapku. Alhamdulillah aku sedang belajar, ilmuku tak setinggi alim, pahamku tak begitu dalam. Tak seperti ustd dikampungku. Aku belajar untuk merendahkan suara, agar aku terbiasa bersabar dan menahan nafsu. Terbiasa bicara rendah dengan orang tua disekitarku. Bahkan pada mereka yang...

ON!

ON! Tentang mimpi yang jadi angan doang Kamu udh bangun belum? ohh.. Pantes cuma jadi mimpi. In fact orang yang berhasil itu bukan dia yang ada dijalan benar sejak awal. mereka pasti pernah merasakan salah dan salah mereka adalah kepahitan paling mendalam. well ketika orang ambisius banget sama mimpinya, dia bakal kecewa lebih cepat. karna sebenarnya ambisi bukan jalan keluar dari mimpi. oke. kenapa orang jadi ambisius? coba posisikan mimpi kalian sebagai suatu capaian bukan tujuan tujuan hidup itu apa sih selain kematian? karna cuma kematian lah yang pasti datang tujuan itu harus nya satu. yang setelahnya kamu gak akan melakukan apapun kalau punya mobil dan rumah jadi tujuan. setelah punya itu kamu ngapain? apa yang dipastikan atas diri setiap insan? Jodoh Rejeki dan Maut kenapa Maut di letakan di akhir? karna setelahnya, hanya ada kamu dan amal mu. capaian dalam hidup berarti, apa sih yang udah kita lakuin. apa yang kita udah perbuat...

tik ... tok... tik... tok...

            Aku ini orang yang memang gampang banget mengekspresikan apa yang aku rasain. Aku bisa cerita apapun sama siapapun. Aku bisa teriak dimana pun aku mau. Aku bisa aja gitu bilang sama semua orang kalo aku lagi sedih. Terkesan gak punya malu sih. Aku juga heran.             Waktu kelas 10 Aku pernah diskusiin hal extrovert dan introvert sama temen. For a while aku ini kaya orang extrovert banget gitu. Tapi orang ini bilang aku  introvert. Aku gak tau dia nilai aku dari mana. Aku sih ngerasa pede aja gitu didepan orang. Aku bisa baca puisi didepan satu sekolah padahal aku gak pernah loohhh baca puisi didepan orang banyak. Tapi ya pede aja gitu suruh naik panggung. Nah Kan! Gak tau malu.             Setelah membaca beberapa literatur di internet aku tau setiap orang punya intro dan ekstro nya. Tinggal yg mana yang lebih unggul. ...

Cari Kerja huhah!!

               Diumur yang masih muda banyak tenaga yang kadang tidak sepenuh nya tersalurkan. Banyak “perfect dream” yang harus direalisasikan tapi anak muda ini stuck aja ditempat. Kebanyakan orang bermimpi buat bisa jadi kaya. Tapi tak pernah mau memulai sesuatu. Bahkan dari hal sederhana. Hal yang harus dilakukan setiap orang. Yaitu Bergerak             Aku nulis ini dilaptop orang dan wifi kios. Well mungkin aku terlalu medit buat beli barang semahal laptop. Ya. Mahal. Kenapa? Karna aku belum mampu beli dengan uangku sendiri. Kalau pun aku punya barang, itu semua pemberian. Pemberian orang tua.             Pernah ngga kalian menyangsikan pekerjaan orang? Jujur!             Pernah ngga kalian menganggap rendah pemulung, Tukang Sampah, Tukang parkir, penjual makanan ger...

Ingat Rahmat....

Berkutat dengan hal yang itu itu saja memang bosan. Tapi pernah gak kalian bersyukur atas tanah yang sedang kalian pijak ini. Satu kali saja dalam seminggu kalian merenungi yang telah terlewati. Mantan lewat sama gandengan barunya. Tampak lucu. Harmonis berjalan berdampingan. Tertawa bahagia. Terkadang berhenti hanya untuk mengelus rambutnya. Lalu si ‘gandengan’ mulai mengendusnya. *ehh.. ini pacar apa hewan peliharaan?!* Bersyukur punya orang tua yang begitu sayang kamu atau saudara yang begitu rela membiarkan mu malas malasan dirumahnya. HAH. Gue bngt. Mensyukuri nikmat hidup. Bernafas. Melihat. Merasa. Bersyukur kaki masih berpijak dibumi karna ada orang lain yang salah satu kaki atau kedua kakinya tak memijak bumi. Hanya seonggok tongkat yang menemani perjalanannya. Bersyukur. Sebuah kata kias atas ucapan terimakasih kepada Allah, Tuhan semesta alam. Betapa beruntung nya orang yang suka bersyukur Dalam kitab Al-Quran Allah Berfirman “dan (ingatlah) ketika Rabbmu...