Langsung ke konten utama

Cari Kerja huhah!!

              Diumur yang masih muda banyak tenaga yang kadang tidak sepenuh nya tersalurkan. Banyak “perfect dream” yang harus direalisasikan tapi anak muda ini stuck aja ditempat. Kebanyakan orang bermimpi buat bisa jadi kaya. Tapi tak pernah mau memulai sesuatu. Bahkan dari hal sederhana. Hal yang harus dilakukan setiap orang. Yaitu Bergerak

            Aku nulis ini dilaptop orang dan wifi kios. Well mungkin aku terlalu medit buat beli barang semahal laptop. Ya. Mahal. Kenapa? Karna aku belum mampu beli dengan uangku sendiri. Kalau pun aku punya barang, itu semua pemberian. Pemberian orang tua.

            Pernah ngga kalian menyangsikan pekerjaan orang? Jujur!

            Pernah ngga kalian menganggap rendah pemulung, Tukang Sampah, Tukang parkir, penjual makanan gerobakan. Pernah kan? Alah gak usah muna....

            Ini nih yang jadiin mental kalian down banget pas dapet kerjaan gak sesuai dengan untaian manis “perfect Dream” kalian.  

            Aku gak nyalahin kalian tentang manisnya bermimpi atau mau memperburuk suasana hati kalian pas baca tulisan ini. Tapi, bagi orang orang yang sudah merasakan “cari uang” apapun pekerjaannya. Its same.

            Why? Karna yang paling dominan dalam diri manusia adalah Nafsu.

            Didunia kerja untuk dapat gaji tinggi bukan tentang seberapa tinggi pendidikan kamu. Tapi seberapa berpengalamannya kamu. Fresh Graduated SMA biasanya bakal jadi pelayan restoran, pramuniaga, pekerja pabrik, baby sister, dan lain lain. Dan ketika umur mereka nembus 23 tahun, bisa jadi mereka sudah hidup mandiri. (kadang ku tergiur).  Sedangkan orang lain masih menempuh pendidikannya. Belum lulus, judul skripsi di retur terus sama pembimbing.

            Segalanya itu dimulai dari nol. Pemulung bisa jadi uangnya lebih banyak dari kalian. Tukang parkir sehari 1000 x jmlh motor. Bandingin sama gajimu nanti yang seharinya kisaran 80-100 rb per hari. Ya semoga lebih banyak dari itu yaaa.

            Ketika seseorang sudah sampai pada titik penghasilan, mereka bakal banyak pengeluaran. Buat? Umum sanak yes.

            Gaji 10.000.000/ bulan. Cicilan Rumah, cicilan mobil, sekolah anak, makan diluar, dan lain lain.   
            Gaji 3.000.000/bulan Cicilan motor, sekolah anak, rumah ngontrak, makan dirumah aja.

            See? Semua sama. Mau kamu berpenghasilan berapapun. Pengeluaranmu setara sama yang lain. Kenapa hayo?? Ya karna kebutuhan manusia itu semua sama. Standar nya samaa... yang beda Cuma gengsinya sist...


            Oke lanjut!

            Kenapa aku bikin tulisan ini?

            Seorang bapak sudah setengah baya, mungkin umurnya 50an kali ya.. tiap bulan selalu ngirim lamaran kerja ke berbagai Universitas. Kurasa dia dosen. Nama belakangnya ada tittle S.Sos., MM .  magister Vroh, S2! *eh biasa aja keles*

            Beliau bilang sama aku gini “ besok kalo kerja yang tekun. Jadiin batu loncatan kalo belum dapet yang lebih baik, terusin aja. Jaman sekarang cari kerja susah.”

            Nah!

            Nah!

            Nah!


            Kuharap bisa jadi renungan bersama.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketetapan Tuhan

Setiap rencana adalah ketetapan Tuhan Ini rahasia umum kan? curhatan ini disponsori oleh Allah sebagai pemberi rahmat dan hidayah atas segala kejadian yang berlaku dihidupku ini. alhamdulillah aku buka blog yang sudah berdebu penuh dengan sarang tawon. apakah aku harus menulis dengan buru - buru ya ? keburu di entup. ck ck cekakak..   But, hallo guys.. aku Krenjeng. wkwk  Galuh Ajeng :) Update kehidupan dulu kali ya.. aku sekarang sudah disemester tua. Pikiranku sudah mulai penuh dengan realita sosial. iya, benar saudara - saudara. Otak ku sudah terlalu lelah dengan realita, sampai lupa mengisinya dengan angan - angan. Ketika kata - kata "ditampar realita" mulai menjangkit sebagian manusia di quarter age-nya. Aku nyolong start, otakku penuh duluan. Jangankan di tampar, aku sudah berenang bersama realita. AJIGILE.  Pemanasan dulu nih lewat studi kasus.  Beberapa bulan yang lalu, seorang anak perempuan harus merelakan ayahnya diminta kembali oleh pemiliknya. Anak...

Berteman dengan husnudzon

Aku ngga pernah berfikir tentang dzolim. Sampai akhirnya dihianati. Mereka bilang aku bohong, dzolim, galak, dan lain nya. Tapi, aku sadar cuma manusia. Bertahun kenal bukan berarti sepemikiran, bertahun kenal bukan berarti satu langkah tanpa gejolak. Tapi, bertahun harus nya saling paham. Bukan memojokan. Kenapa sih ngga bilang dari awal? Atau setidaknya di nasihati sambil jalan... Apa sudah jadi budaya, untuk menyimpan rasa lalu diluapkan semena mena? Hehe. Aku bersyukur, alhamdulillah... Segala puji bagi Tuhan Maha Kokoh Kalau aku masih yang dulu, mungkin bukan hanya bungkaman yang aku lepaskan. Tapi juga kata kasar, nada tinggi, dan mempermalukan mereka dari setiap kata yang mereka ucap terhadapku. Alhamdulillah aku sedang belajar, ilmuku tak setinggi alim, pahamku tak begitu dalam. Tak seperti ustd dikampungku. Aku belajar untuk merendahkan suara, agar aku terbiasa bersabar dan menahan nafsu. Terbiasa bicara rendah dengan orang tua disekitarku. Bahkan pada mereka yang...