Langsung ke konten utama

Ketetapan Tuhan

Setiap rencana adalah ketetapan Tuhan
Ini rahasia umum kan?

curhatan ini disponsori oleh Allah sebagai pemberi rahmat dan hidayah atas segala kejadian yang berlaku dihidupku ini.

alhamdulillah aku buka blog yang sudah berdebu penuh dengan sarang tawon. apakah aku harus menulis dengan buru - buru ya ? keburu di entup. ck ck cekakak..  

But, hallo guys.. aku Krenjeng. wkwk 
Galuh Ajeng :)

Update kehidupan dulu kali ya.. aku sekarang sudah disemester tua. Pikiranku sudah mulai penuh dengan realita sosial. iya, benar saudara - saudara. Otak ku sudah terlalu lelah dengan realita, sampai lupa mengisinya dengan angan - angan. Ketika kata - kata "ditampar realita" mulai menjangkit sebagian manusia di quarter age-nya. Aku nyolong start, otakku penuh duluan. Jangankan di tampar, aku sudah berenang bersama realita. AJIGILE.

 Pemanasan dulu nih lewat studi kasus. 
Beberapa bulan yang lalu, seorang anak perempuan harus merelakan ayahnya diminta kembali oleh pemiliknya. Anak perempuan itu adalah si bungsu yang saat ini satu angkatan denganku di kampus. Grup chat angkatan pagi itu ramai ucapan bela sungkawa. Terus aku ?  mengucapkan di grup ? 

Ya jelas NGGAK !

other people will be said, 

Loh, why ?  

gak care..

arep urip dewe..

introvert kebablasan...

Seperti ditulisanku berjudul tik tok tik tok, [yang entah kenapa aku kasih judul se gaje itu. aku heran banget sama pikiran - pikiran anehku itu :'( ] cara terbaik untuk melihat masalah dan kejadian adalah ambil sudut pandang berbeda.

Aku ambil langkah menunggu. Kaya posisi back dan kiper. Aku harus tau, kapan si bungsu menyudahi isak nya. 

Aku chat dia personal. 

Alhamudulillah wa innalillah.... tetap bersyukur  atas ketetapan Allah juga dalam keadaan sedih ya (...).. semua dri Allah akan kembali.. turut berduka.. semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan  keluarga nada diberi ketabahan, Semangat terus ya (....) dan keluarga... ❤️❤️❤️

si bungsu ini suka baca blogku nih, fans tulisan - tulisan gabut ku. yeahhhh... kalo tulisan ini si bungsu baca, aku mau bilang
"aku nulis itu di kolom chatmu, sejak pertama kali aku liat status whatsapp-mu"


mengenai kalimat "sabar ya"
kita sering mendengar orang bilang, kata sabar dari orang lain sudah tidak memiliki pengaruh apapun dalam kehidupan seseorang. aku pribadi si bakal mencak - mencak kalo ada yang bilang begitu. bukannya ga menghargai dirinya yang mencoba membuatku kuat sih.. tapi, kata sabar itu terkadang bukan sesuatu yang dibutuhkan oleh seseorang. peristiwa buruk yang terjadi pada seseorang hendaknya kita sikapi dengan dua cara; mendengarkan bila tak memahami, dan beri pandangan jika kita mampu. inget ya, pandangan bukan nasihat.

Kehilangan yang dirasakan oleh si bungsu, tentu tidak bisa selesai dalam dirinya jika kita hanya memberikannya kata sabar. Sabar atau al habsu artinya menahan diri dari tiga perkara yaitu ketetapan, hal yang diharamkan, dan takdir allah.

Apa rasanya menahan ?

Enak ngga menahan ? 


Nah, ini tugas kita untuk mengolah kata sabar dengan kalimat lain yang lebih dalam tanpa menghilangkan artinya secara harfiah, sehingga muncul mindset baru tentang peristiwa buruk yang dialami seseorang menjadi sebuah keberkahan kemudian akan muncul rasa syukur dalam dirinya dan diri kita.

serius banget ya bahasannya ? 
yaa... kelamaan berenang bersama realita, jadi ga bisa santai, takut tenggelam di lautan kehidupan. 

hiya hiya hiya. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cari Kerja huhah!!

               Diumur yang masih muda banyak tenaga yang kadang tidak sepenuh nya tersalurkan. Banyak “perfect dream” yang harus direalisasikan tapi anak muda ini stuck aja ditempat. Kebanyakan orang bermimpi buat bisa jadi kaya. Tapi tak pernah mau memulai sesuatu. Bahkan dari hal sederhana. Hal yang harus dilakukan setiap orang. Yaitu Bergerak             Aku nulis ini dilaptop orang dan wifi kios. Well mungkin aku terlalu medit buat beli barang semahal laptop. Ya. Mahal. Kenapa? Karna aku belum mampu beli dengan uangku sendiri. Kalau pun aku punya barang, itu semua pemberian. Pemberian orang tua.             Pernah ngga kalian menyangsikan pekerjaan orang? Jujur!             Pernah ngga kalian menganggap rendah pemulung, Tukang Sampah, Tukang parkir, penjual makanan ger...

Berteman dengan husnudzon

Aku ngga pernah berfikir tentang dzolim. Sampai akhirnya dihianati. Mereka bilang aku bohong, dzolim, galak, dan lain nya. Tapi, aku sadar cuma manusia. Bertahun kenal bukan berarti sepemikiran, bertahun kenal bukan berarti satu langkah tanpa gejolak. Tapi, bertahun harus nya saling paham. Bukan memojokan. Kenapa sih ngga bilang dari awal? Atau setidaknya di nasihati sambil jalan... Apa sudah jadi budaya, untuk menyimpan rasa lalu diluapkan semena mena? Hehe. Aku bersyukur, alhamdulillah... Segala puji bagi Tuhan Maha Kokoh Kalau aku masih yang dulu, mungkin bukan hanya bungkaman yang aku lepaskan. Tapi juga kata kasar, nada tinggi, dan mempermalukan mereka dari setiap kata yang mereka ucap terhadapku. Alhamdulillah aku sedang belajar, ilmuku tak setinggi alim, pahamku tak begitu dalam. Tak seperti ustd dikampungku. Aku belajar untuk merendahkan suara, agar aku terbiasa bersabar dan menahan nafsu. Terbiasa bicara rendah dengan orang tua disekitarku. Bahkan pada mereka yang...