Setelah
berbulan bulan aku ngga memantau hiruk pikuk per - blog – an akhirnya aku
putuskan untuk membuka blog yang sudah penuh debu ini. Yoi gaes! Bukan tanpa
sebab aku ingin menulis lagi. Setelah beberapa bulan terkungkung keadaan dan
tak ku temukannya hasrat menulis dalam hari – hariku kini dia muncul karena
sebuah kisah.
Well litterely aku ngga mau
ngomongin pengalaman ini secara mendalam sih. Tapi aku mau ngomongin value yang
aku dapet dari ketemu seorang bapak di pinggir jalan. Sederhana kan?
Post sebelumnya aku pernah ngomong
sedikit tentang pekerjaan kan ya? Tentang bagaimana sih realitas hidup tentang
pekerjaan. Dan sekarang aku malah menemukan realitas lain. Hasil dari olah
pikir manusia.
Selama hidup kamu, siapapun kamu,
berapapun gajimu, atau gaji orangtuamu. Pernah berfikir untuk tetap sederhana
biarpun banyak duit?
Sulit ngga sih?
Nggak!
Buat sebagian orang sih.
HEHE.
Tapi gini, hidup tuh cuma tentang
nafsu dan gengsi ngga sih? Hidupku atau hidupmu gitu. Well hidup kita.
Aku tuh selalu ngerasa ketika hidup
‘berada’ itu mudah, tapi untuk bersama mu kok harus menyeberangi samudera.
*hiyaaaakkkk
Aku jarang banget ketemu orang yang
berada tapi tidak menampakan keberadaannya. Nggak, gaes. Ngga ada yang salah
dari sikap itu. Itu otoritas kalian sendiri. Jadi yaaaaa….
Boong ding.
Aku pernah diskusi sama teman aku
tentang kelakuan orang disekitarku. Ada beberapa temuan tentang hal ini.
1. ‘orang kaya yang
hedon’
2. ‘ orang kaya
yang b aja’
3. ‘orang
menengah yang menengah aja’
4. ‘orang
menengah tapi sok bergaya hidup hedon’
5. ‘orang kismin
yang berlagak hedon’
6. ‘orang kismin
yang keliatan banget kisminnya’ (read : gue)
W E H E H E…
Pasti ada aja nih netijen yang menganggap bagaimana
sih ukuran hedon itu?
Atau
Apa sih salahnya hedon?
Yupsss…
“Toh itu duit gue sendiri”
WKWK
Pertanyaan kaya gitu yang bikin
tulisan gue kali ini kerasa gak penting banget. (ya emang kagak)
OKSSS FIX.
Aku mau berbagi pengalaman aja sih, yang intinya
adalah
Hedonisme itu suatu paham yang men-Tuhan-kan uang.
Betul?
Jadi kalau ada orang yang kita sebut dengan kata
‘hedon’ itu kitanya yang SALAH.
Karena dari awal kita menfsirkan kata hedon dengan salah juga. Mereka lebih pantas
disebut Boros gaes.
SETUJU?
Merujuk pada judul tulisan ini yaitu ‘Sederhana
dalam Kesanggupan’ *eeaakk
Seorang bapak yang aku temui di pinggir jalan banyak
bercerita denganku tentang kehidupannya. Sekarang dia berprofesi sebagai
penyedia jasa tambal ban. Dengan berbicara dengan beliau aku sih tau kalo ini
bapak bukan sembarang orang.
TRULY CUUYYYYY..
Beliau adalah mantan pegawai koperasi. Bukan
sembarang pegawai. Pengalaman beliau sebagai trainer di instansinya membawa
beliau untuk memiliki wawasan yang luas. Umur sih ya…. pengalaman menentukan
banget cara bicara dan juga penempatan sikap beliau ketika bicara bareng aku.
Beliau sudah pensiun dan memilih buat membuka jasa
tambal ban. Katanya pengahasilan dari tambal ban ini beliau gunakan untuk
kehidupan sehari – hari. Sedangkan uang pensiunannya ia gunakan seperlunya.
Satu hal yang paling mengena buat aku sih pas beliau bilang gini.
“beda nya orang
dulu sama orang sekarang itu ada di nafsu mba, contoh sederhana nya ya dari
makan ya. Kalo saya cukup makan sayur jantung pisang sama nasi. Kenyang. Kalo
orang jaman sekarang harus ada ini itu biar enak makannya. Padahal esensi makan
itu untuk hidup kan?”
Dapet pointnya ngga cuy?
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa terbawa nafsu
adalah hal biasa. Yaa namanya juga manusia. Padahal gaes… kita bisa melakukan
banyak hal dengan sederhana pada satu hal lainnya. Bapak tadi bisa saja ungkang – ungkang kaki dengan menikmati
pensiunannya. Hidup enak dirumah aja. Tapi beliau sadar kalo hidup itu tak
boleh berhenti bergerak. (ya kalo gak
bergerak mati gaes)
Nah tingkatan boros pada orang berbeda beda kan?
Sesuai kesanggupan masing – masing. Tapi, asal kalian tau dah, kalian gak akan
susah kalo hemat. Maksudku, kita nih gak akan terlihat hina dengan menahan diri
sendiri. Kalian akan makin terlihat berkilau kaya gelas yang habis di pakein
sunl*ght.
Mari sederhana. Biarpun sanggup memiliki
segalanya…….
Terimakasih readers… :v
Komentar
Posting Komentar