Langsung ke konten utama

Zaman Now

            Apa yang kamu lakukan saat bangun pagi?

            Di era Now, Handphone adalah senjata paling mematikan. Kalian tau kan senjata itu benda mati dan yang mempergunakanlah yang akan menjadikan senjata itu berbahaya atau tidak. Sama seperti anggapan tentang media sosial. Hem. Apa yang kamu rasakan wahai peselancar dunia palsu?

            Kepalsuan dunia maya buat aku kadang risih. Gimana nggak sih, banyak orang jadi ‘sok’ pinter dan berlaga paling tau. Aku ngga mau nyindir kalian ya. HAH. Tapi bisa nggak sih cari infonya dari literatur yang terpercaya aja. Ngapain kepo di akun nggak jelas yang kegiatannya repost dari akun sebelah, sebelah, sebelah, sebelah nya lagi. LUCU.

            Termasuk dengan berita bapak rambut putih dari negara super power binggo. Oke. Kalian repost sana sini tentang berita itu sih memang hak kalian. Aku tau niat baik kalian buat ngasih tau ke dunia tentang keadaan di daerah sana seperti apa. Tapi kalian yakin ngga itu video, berita, dan foto baru atau lama?

“Itu video muncul pas ada huru hara penetapan ibu kota kok gal”

Oke, aku juga bisa upload foto aku tour ke Bali sewaktu kelas 11 SMA, dan aku uploadnya pas adik kelas aku tahun ini Tour kesana. Itu bukan berarti tahun ini aku ikut adek kelasku tour ke Bali juga kan Gaes?

Saya muslim, dan saya juga menetang kekerasan terhadap saudara saya disana. Tapi keakuratan informasi sangat saya butuhkan. Ada ustad mengajak kita donasi, doa bersama, dan lain sebagainya. Ada juga ustad yang berkata kalo saudara kita disana tak butuh materi dan butuh support kita dengan cara datang kesana dan shalat berjamaah di Al Aqsa. Dua duanyabaik, patut di lakukan.

Kamu boleh kok repost, tapi lebih baik cari info terbaru dulu deh. Aku beberapa kali liat video yang di unggah itu video lama yang pernah aku tonton 2 atau 3 tahun lalu. Nah video itu muncul lagi. Jadi pengguna media sosial yang smart aja ya. Biar ngga diketawain orang. Aku mengapresiasi kalian yang punya pendapat sendiri tentang tulisanku. Setiap orang punya sudut pandang masing masing. Kalau kalian fikir sudut pandangku salah mari kita luruskan sudut masing masing. Hehe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cari Kerja huhah!!

               Diumur yang masih muda banyak tenaga yang kadang tidak sepenuh nya tersalurkan. Banyak “perfect dream” yang harus direalisasikan tapi anak muda ini stuck aja ditempat. Kebanyakan orang bermimpi buat bisa jadi kaya. Tapi tak pernah mau memulai sesuatu. Bahkan dari hal sederhana. Hal yang harus dilakukan setiap orang. Yaitu Bergerak             Aku nulis ini dilaptop orang dan wifi kios. Well mungkin aku terlalu medit buat beli barang semahal laptop. Ya. Mahal. Kenapa? Karna aku belum mampu beli dengan uangku sendiri. Kalau pun aku punya barang, itu semua pemberian. Pemberian orang tua.             Pernah ngga kalian menyangsikan pekerjaan orang? Jujur!             Pernah ngga kalian menganggap rendah pemulung, Tukang Sampah, Tukang parkir, penjual makanan ger...

Ketetapan Tuhan

Setiap rencana adalah ketetapan Tuhan Ini rahasia umum kan? curhatan ini disponsori oleh Allah sebagai pemberi rahmat dan hidayah atas segala kejadian yang berlaku dihidupku ini. alhamdulillah aku buka blog yang sudah berdebu penuh dengan sarang tawon. apakah aku harus menulis dengan buru - buru ya ? keburu di entup. ck ck cekakak..   But, hallo guys.. aku Krenjeng. wkwk  Galuh Ajeng :) Update kehidupan dulu kali ya.. aku sekarang sudah disemester tua. Pikiranku sudah mulai penuh dengan realita sosial. iya, benar saudara - saudara. Otak ku sudah terlalu lelah dengan realita, sampai lupa mengisinya dengan angan - angan. Ketika kata - kata "ditampar realita" mulai menjangkit sebagian manusia di quarter age-nya. Aku nyolong start, otakku penuh duluan. Jangankan di tampar, aku sudah berenang bersama realita. AJIGILE.  Pemanasan dulu nih lewat studi kasus.  Beberapa bulan yang lalu, seorang anak perempuan harus merelakan ayahnya diminta kembali oleh pemiliknya. Anak...

Berteman dengan husnudzon

Aku ngga pernah berfikir tentang dzolim. Sampai akhirnya dihianati. Mereka bilang aku bohong, dzolim, galak, dan lain nya. Tapi, aku sadar cuma manusia. Bertahun kenal bukan berarti sepemikiran, bertahun kenal bukan berarti satu langkah tanpa gejolak. Tapi, bertahun harus nya saling paham. Bukan memojokan. Kenapa sih ngga bilang dari awal? Atau setidaknya di nasihati sambil jalan... Apa sudah jadi budaya, untuk menyimpan rasa lalu diluapkan semena mena? Hehe. Aku bersyukur, alhamdulillah... Segala puji bagi Tuhan Maha Kokoh Kalau aku masih yang dulu, mungkin bukan hanya bungkaman yang aku lepaskan. Tapi juga kata kasar, nada tinggi, dan mempermalukan mereka dari setiap kata yang mereka ucap terhadapku. Alhamdulillah aku sedang belajar, ilmuku tak setinggi alim, pahamku tak begitu dalam. Tak seperti ustd dikampungku. Aku belajar untuk merendahkan suara, agar aku terbiasa bersabar dan menahan nafsu. Terbiasa bicara rendah dengan orang tua disekitarku. Bahkan pada mereka yang...